CARA MERAWT KOMPUTER

Penyebab Kerusakan Komputer dan Pencegahannya Perawatan laboratorium komputer mencakup perawatan perangkat keras (yaitu komputer beserta periferal pendukungnya) dan perawatan perangkat lunak (program dan data). merawat komputer tidak lepas dari lingkungan yang digunakan atau tempat meletakkan komputer (yaitu tempet, mebeler, pengguna, dan komponen-komponen lainnya). Selain itu merawat dan perbaikan komputer tidak selaludapat berdiri sendiri, tetapi seringkali berhubungaan
 erat dengan perangkat lunak, dan begitu juga sebaliknya. merawat yang dilakukan secara rutin dapat membantu memperpanjang usia pakai komputer dan menghindari kerusakan atau kesalahan (error) dalam pemakaian sehari-hari dan mengurangi biaya perbaikan.  Dalam merawat perlu menghindari kondisi yang dapat menyebabkan kesalahan dan kerusakan yang tidak dikehendaki. Beberapa penyebab yang harus cegah dan pengaruhnya terhadap fungsi kerja komputer antara lain:
1.    Debu Debu merupakan musuk komputer yang paling berat. Komputer PC memungkinkan debu masuk kedalam casing CPU, monitor, keyboard, mouse, dan printer. Debu atau kotoran lain seperti asap, bahan kimia, serat karpet, sisa-sisa makanan dan minuman, serta partikel halus lainnya merupakan benda yang harus dihindarkan dan selalu dibersihkan dari ruang komputer. Debu yang terletak di luar komputer tidak terlalu serius akibatnya, namun debu yang terletak di dalam komputer atau di dalam periferal komputer dapat menyebabkan kerusakan misalnya menyebabkan hubung singkat antar komponen dalam motherboard komputer dan rangkaian dalam perangkat periferal lainnya. Sebagai pencegahan kerusakan akibat debu perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut:
a)      Jangan membawa makanan dan minuman ke dalam ruang komputer atau laboratorium
b)      Jangan merokok di dalam ruang laborarorium
c)       Jangan menggunakan karpet sebagai alas/lantai ruang laboratorium karena selain menyimpan debu karpet juga menghasilkan debu/kotoran berupa potongan serat karpet.
d)      Bersihkan debu-debu yang melekat di meja, kursi, lantai, serta tampat-tempat lain dalam ruangan tempat meletakkan komputer atau laboratorium
e)      Bersihkan juga debu-debu yang melekat pada casing komputer, keyboard, mouse, monitor, dan printer.
f)       Gunakan penyedot debut dalam membersihkan debu, jangan menggunakan kemucing (sulak), sapu, atau kuas karena hanya menghamburkan debu ke lain tempat.
NO
Kegiatan Pembersihan
                           Waktu
1
Lantai dan mebeler
Setiap 1 minggu sekali
2
Bagian luar komputer dan periferal
Setiap 1-2 minggu sekali atau jika diperlukan
3
Bagian luar komputer dan periferal
Setiap 6 bulan sekali



2.       Panas
Setiap peralatan elektronik akan menghasilkan panas. Komponen elektronik di dalam komputer akan menghasilkan terutama pada bagian motherboart (CPU) dan monitor. Jika panas ini tidak diredam (didinginkan) maka akan menyebabkan kerusakan.  Panas yang berlebihan pada prosesor dan memori akan menyebabkan fungsi sistem menjadi terganggu dan mengurangi usia komponen. Pencegahan kerusakan akibat panas adalah:
a)      Hindari sinar matahari langsung.
b)      Berikan ruang sirkulasi udara yang cukup dalam meletakkan komputer dan periferal lainnya.
c)       Buka cover (penutup) komputer, monitor, dan printer saat digunakan
d)      Bila memungkinkan gunakan AC.
3.       Medan Elektromagnet
Medan elektromagnet disebabkan oleh kabel listrik, transformator, magnet speaker, dan sebagainya. Medan elektromagnet akan mengacaukan fungsi komputer, merusak data dalam media penyimpan magnetis (misanya harddisk), dan merusak tampilan pada layar monitor. Sebagai pencegahan pengaruh elektromagnet terhadap fungsi kerja komputer dan periferal adalah:
a)      Jauhkan telepon yang menggunakan bel magnetik
b)      Jauhkan speaker aktif dari komputer, monitor, dan eksternal harddisk
c)       Jangan meletakkan media penyimpan magnetis (disket, eksternal harddisk) di dekat monitor, printer, speaker aktif, serta periferal lain yang menghasilkan elektromagnetik.
d)      Jauhkan trafo penstabil tegangan dari komputer, periferal, dan penyimpan data magnetis.
4.      Elektrostatis Muatan
elektrostatis dapat timbul akibat gesekan dua buah benda, termasuk pada saat kita berjalan di atas karpet, vinil, dan lantai beton. Muatan elektrostatis dapat menghasilkan tegangan elektrostatis, jika tegangan ini sangat besar akan merusak komponen semikonduktor yang ada dalam komputer dan periferal. Karpet menghasilkan muatan elektrostatis paling tinggi (sampai 39.000 volt), sedangkan semen menghasilkan muatan elektrostatis yang paling rendah. Gesekan kertas juga dapat menghasilkan tegangan elektrostatis. Pencegahan yang dapat dilakukan agar tidak terjadi kerusakan akibat tegangan elektrostatis adalah:
a)      Jangan menggunakan karpet untuk lantai dan dinding ruang komputer/laboratorium.
b)      Semua peralatan harus terhubung ke tanah (grounding harus bagus) sehingga setiap stop kontak harus tersedia kabel ground.
c)       Jangan sering menggerakkan kaki saat menggunakan komputer.
d)      Gunakan keset antistatik yang diletakkan di bawah kursi. Cara ini yang paling efektif dan digunakan untuk jangka waktu yang panjang.
5.       Gangguan Daya Listrik Gangguan daya listrik yang paling sering terjadi adalah fluktuasi tegangan listrik, seringnya terjadi pemadaman listrik secara mendadak oleh PLN, serta noise (derau). Fluktuasi tegangan listrik disebabkan oleh peralatan yang cukup besar (di atas 100 Watt) atau peralatan listrik yang berdaya kecil namun memiliki arus awal yang cukup besar, atau komputer dan monitor itu sendiri. Fluktuasi tegangan tejadi saat peralatan dihidupkan. Gangguan berupa derau dapat dihasilkan dari lampu TL yang sedang menyala, transformator, lampu dimmer yang kurang baik kualitasnya, serta peralatan listrik yang mengguakan induksi elektromagnetik lainnya. Fluktuasi yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan kerusakan atau terganggunya fungsi kerja semikonduktor dalam komputer misalnya mengakibatkan komputer atau periferal menjadi macet (hang), atau dapat mengakibatkan media penyimpan rusak (crash). Pencegahan yang dapat dilakukan adalah:
a)      Kontak klistri8k harus selalu baik, stop kontak yang sudah kendor harus diganti.
b)      Gunakan stabilisator tegangan (sering disebut Stavolt) baik secara terpusat atau sendiri-sendiri di setiap komputer.
c)       Gunakan UPS untuk mengantisipasi seringya terjadi pemadaman dari pihak PLN.
d)      Jika memungkinkan sediakan Generator Set (Genset) sebagai penyedia listrik cadangan.

Tips Merawat dan Mengoptimasi Kerja Komputer
Berikut ini dijelaskan cara-cara merawat dan mengatasi gangguan ringan yang tidak memiliki resiko tinggi atau menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Biaya untuk perawatan ini juga tergolong mudah, murah, dan bahkan gratis. Tahapan Tips Merawat Merawat dan Optimasi PC dapat dilakukan sebagai berikut:
1.       Kenali sistem komputer anda, sebab informasi tersebut diperlukan disaat service:

a)      Lakukan Inventaris komputer
b)      Cek peralatan dan aplikasi yang digunakan
c)       Gunakan tools untuk mengumpulkan informasi-informasi tersebut, misalnya Sisoft Sandra, Systems Works, dll.
d)      Buat system boot disk penyelamat disaat emergency, sistem crash, dan terkena virus.

2.       Back up data dengan cara
a)      Penyalinan data secara berkala
b)      Backup system dan aplikasi (system restore), dan
c)       Gunakan tools khusus (Norton ghost, drive images).
3.       Shutdown sesuai procedure: Matikan komputer dengan benar, jika tidak, akan mengakibatkan crash pada hardisk.
4.       Bersihkan motherboard dan periferal lain (hardware) dari debu secara berkala. Untuk membersihkannya dapat kiga gunakan kuas halus ukuran kecil dan sedang. Setidaknya dua bulan sekali hal ini harus dilakukan. Buka casing CPU terlebih dahulu kemudian bersihkan motherboard dan periferal lain (RAM, Video Card, Modem, Sound Card, CDR/CDRW/DVRW, TV Tuner) dengan sikat halus. Pada saat komputer tidak digunakan tutuplah komputer (monitor, CPU, keyboard/mouse) dengan cover sehingga debu tidak mudah masuk ke dalam komputer. Namun jangan lupa melepas cover pada saat komputer digunakan agar sirkulasi udara berjalan dengan lancar sehingga komputer dan perlengkapannya tidak panas.
5.       Periksa Voltase Listrik:
a)      Perhatikan tegangan voltase,
b)      Gunakan Regulator tegangan,
c)       Jika anda memiliki uang lebih, pakailah UPS atau penstabil/pengatur teganan PLN (biasanya dikenal dengan stavolt). Pakailah UPS untuk mengantisipasi listrik mati secara tiba-tiba yang dapat mengakibatkan kerusakan pada harddisk. Kalau terpaksa tidak ada UPS, pakailah Stavolt untuk mengantisipasi naik turunnya tegangan listrik.
6.        Hindari Debu dengan menutupi PC dengan cover khusus, sebab debu dapat mengakibatkan kerusakan. Dan jangan melakukan kegiatan lain didepan PC.
7.       Ventilasi yang cukup untuk meletakkan komputer. Tempatkan monitor maupun CPU sedemikian rupa sehingga ventilasi udara dari dan ke monitor/CPU cukup lancar. Ventilasi yang kurang baik akan menyebabkan panas berlebihan sehingga
komponen/rangkaian elektronik di dalamnya akan menjadi cepat panas sehingga dapatmemperpendek umur komponen komputer tersebut. Oleh karena itu, usahakan jarak antara monitor/CPU dengan dinding/tembok minimal 30 cm. Kalau perlu pasang kipas angin di dalam ruangan. Akan lebih baik lagi jika menggunakan AC.
8.        Jangan meletakkan Speacker Active terlalu dekat dengan monitor. Karena medan magnet yang ada pada speacker tersebut akan mempengaruhi monitor yaitu warna monitor menjadi tidak rata atau belang-belang.
9.       Pasang kabel ground. Apabila casing CPU nyetrum, ambil kabel dengan panjang seperlunya, ujung satu dihubungkan dengan badan CPU (pada casing) sedangkan ujung yang lain ditanam dalam tanah. Hal ini akan dapat menetralkan arus listrik yang “nyasar” sehingga dapat membuat komponen elektronik lebih awet.
10.   . Uninstall atau buang program yang tidak berguna. Ruang harddisk yang terlalu banyak tersita akan memperlambat proses baca/tulis (read/write) harddisk sehingga beban kerja komputer akan lebih berat sehingga harddisk akan cepat rusak. Biasanya akan muncul warning jika ruang (space) hardisk sudah mulai penuh. System operasi windows sudah mendukung terhadap penggunaan ruang harddisk yang sudah mulai penuh.
11.   . Bersihkan Recycle Bin secara rutin. Sebenarnya file/folder yang kita hapus tidak langsung hilang dari harddisk karena akan ditampung dahulu di Recycle Bin, meskipun ada beberapa jenis pengaturan yang bisa kita gunakan antara lain memberikan peringatan saat menghapus, hapus lalu simpan di tempat sementara atau hapus permanen. Pengaturan untuk jenis “hapus lalu disimpan ditempat penampungan” ini bertujuan agar suatu saat apabila Anda masih membutuhkannya dapat mengembalikan lagi. Recycle Bin yang sudah banyak juga akan menyita ruang harddisk yang dapat menyebabkan pembacaan harddisk menjadi lambat. Cara mengosongkan Recycle Bin adalah:

Jalankan Windows Explorer >> klik Recycle Bin >> klik File >> klik Empty Recyle Bin.

Atau Anda dapat menjalankan fungsi Disk Cleanup. Caranya:

 Klik Start >> Program >> Accessories >> System Tool >> Disk Cleanup >> kemudian pilih drive yang akan dibersihkan >> setelah itu beritanda centang pada pilihan/opsi Recycle Bin, dan kalau perlu beri tanda centang juga pada pilihan yang lain (seperti temporary file dan temporary internet file), setelah klik OK.
12.   Tutup/close program yang tidak berguna, karena etiap program yang dijalankan atau di-load akan membutuhkan memory (RAM) sehingga semakin banyak program yg dijalankan semakin banyak memory yang terpakai. Hal ini selain dapat menyebabkan komputer berjalan lambat (lelet) juga beban kerja menjadi lebih berat yang akhirnya dapat memperpendek umur komponen/komputer.
13.   Aktifkan screensaver. Selain bersifat estetis, screensaver mempunyai fungsi lain yang penting. Monitor CRT seperti halnya televisi menggunakan fosfor untuk menampilkan gambar. Kalau monitor menampilkan gambar yang sama untuk beberapa saat yang cukup lama maka ada fosfor yang menyala terus menerus. Hal ini dapat mengakibatkan monitor bermasalah yaitu gambar menjadi redup/kurang jelas. Lain halnya jika monitor adalah jenis LCD atau LED yang sudah dilengkapi dengan energy saving, maka screensaver tidak terlalu dibutuhkan lagi. Cara mengaktifkan screensaver dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya klik Start >> Control Panel >> Display >> klik tab Screensaver, kemudian pilih sesuai dengan selera.
14.   Install program antivirus dan update secara berkala. Jenis virus/trojan2 dapat dikenali menggunakan antivirus yang selalu di-update secara berkala. Virus yang terlanjur menyebar di komputer dapat menyebabkan instalasi ulang perangkat lunak pada komputer. Hal ini selain membutuhkan biaya juga akan menyebabkan harddisk komputer akan lebih cepat rusak dibanding apabila tidak sering diinstall ulang.  Ada baiknya kita menonaktifakan sistem restore yaitu dengan cara klik kanan My Computer >> pilih System Restore >> lalu beri tanda centang pada cek box dengan keretangan Turn off System Restore on all drive.
15.   Update Virus:
a)      Lakukan update database antivirus
b)      Lakukan scanning secara kontinu,
c)       Lakukan scanning file dari tempat lain.
Ada banyak antivirus yang tersedia mulai dari yang mahal sampai dengan gratis.
16.   Update Operation System (OS) Windows: Update setiap minggu Windows Update agar PC anda terbebas dari security hole (Celah keamanan).

17.   Defrag harddisk secara berkala. Fungsi defrag adalah untuk menata dan mengurutkan file-file harddisk berdasarkan jenis file/data sedemikian rupa sehingga akan mempermudah proses read/write. Dengan demikian, beban kerja akan lebih ringan yang akhirnya dapat memperpanjang umur harddisk. Cara melakukan defrag adalah: Klik menu Start > Program > Accesories > System Tool > Disk Defragmenter. Saat menjalankan fungsi ini tidak boleh ada program lain yang berjalan termasuk screensaver karena akan mengacaukan fungsi defrag ini. Proses defrag ini dianjurkan tidak terlalu sering dilakukan. Mengapa? Defrag adalah proses pengaturan file pada hardisk. Untuk mengaturnya agar berada pada posisi track yang berdekatan maka dilakukan gesekan untuk memindahkan. Defrag yang terlalu sering akan menyebabkan kondisi piringan hardisk cepat rusak karena seringanya proses pengikisan.

18.   Jika sering instal-unistal, Selalu Bersihkan system registry.






19.   Optimalisasi PC Windows Bisa jadi, lambatnya kondisi sistem Windows disebabkan oleh banyaknya aplikasi yang terinstall sehingga kinerja PC semakin berkurang. Untuk mengoptimalkan PC Windows anda, lakukan hal-hal berikut:
a)                        Setting Konfigurasi BIOS:
                                                                   I.  Setting urutan boot dengan benar,
                                                                 II.  Disabled ‘Quick Power On Self-Test”,
                                                               III.   Disabled ‘Boot Virus Detection”.
b)    Start UP:
                                                                   I. Singkirkan setting yang tidak berguna,
                                                                 II. Bersihkan aplikasi dari startup,
                                                               III. Matikan grafik ‘awan’ (logo) pada Msdos.sys, Msconfig.exe (windows 9x), Boot.ini (Windoxs XP),HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Dfrg\ BootOptimize = Enable. d) Matikan suara startup. Rampingkan Registry dengan cara: a) Peras Registry Windows: Scanreg /opt, Scanreg /fix, Scanreg /restore. Atur Swap Memory dengan menggunakan Swap virtual memory dan mengoptimalkan memory pada saat kekurangan.
c)                        Nonaktifkan Services:
                                                               I.     Mematikan beberapa layanan untuk mempercepat akses sistem,
                                                             II.     Menutup lubang keamanan: Ex = com+, IPSec, RPC, Even log, dll.
d)      Lakukan benchmarking untuk mengukur kemampuan PC anda:
                                                                 I.   Lakukan tes kehandalan performa,
                                                               II.   TWEAK XP, Gunakan tools benchmarking yang ada, misalnya: Sisoft sandra, Dr. Hardware, PC Analyser, 3DMark 2002, Quake 3 Arena, HDTach, DataAdvisor, dll. Dengan merawat & mengoptimalkan PC, anda dapat melakukan tugas-tugas dan mengerjakan semua keinginan melalui PC anda secara maksimal dan cepat.
Peralatan dan bahan yang digunakan
1.       Kuas
 Kuas merupakan peralatan yang digunakan untuk membersihkan debu atau kotoran yang tertinggal dalam periferal. Keyboard merupakan periferal yang sering terkena debu dan kotoran yang terselip diantara tombol tombol keyboard. Selain itu kuas juga digunakan untuk membersihkan debu-debu yang menutup pada fentilasi pada monitor serta dapat juga digunakan untuk membersihkan bola mouse yang sudah mulai lambat untuk mouse- mouse lama.
2.       Penyedot debu mini Penyedot debu mini hampir sama dengan kuas yang digunakan untuk menghilangkan debu. Namun penyedot debu lebih mudah dan lebih bersih. Pada ujung penyedot debu mini dilengkapi dengan sikat dengan ukuran yang beragam, dimaksudkan untuk disesuaikan luas sempitnya sudut-sudut pada periferal. Alat ini sangat tepat digunakan
untuk membersihkan keyboard, fentilasi udara pada monitor dan pada fan atau kipas, bahkan sangat baik digunakan untuk membersihkan rangkaian mainboard.

3.       Cairan dan Kain Pembersih Kain kering atau tisu digunakan untuk membersihkan kotoran cair yang mungkin akibat softdrink, tinta atau air hujan yang masih segar atau belum mengering. Tisu atau kain kering Kotoran cair sangat berbahaya jika tidak segera dibersihkan karena jenis kotoran ini dapat menghantarkan arus sehingga dapat mengakibatkan hubungan pendek atau kerusakan pada periferal. Tisu juga dapat digunakan untuk memperlancar aliran tinta pada cartridge printer injek, karena sifatnya yang mudah menyerap cairan. Sedangkan cairan pembersih digunakan untuk membersihkan noda atau kotoran yang sudah mengering seperti percikan dari tinta printer. Digunakan pada layar monitor, casing, body monitor, dan body printer.
4.       Electronic Toolkit dan Network Toolkit
Toolkit adalah peralatan lengkap seperti obeng, tang, gunting, lem, AVO meter, dan lain- lain. Electronic Toolkit  diperlukan untuj perawatan dan perbaikan perangkat elektrionik
termasuk komputer, monitor, printer, mouse, dan periferal lainnya. Sedangkan Network Toolkit diperlukan dalam perawatan dan perbaikan jaringan komputer.

SEJARAH PROKLAMASI INDONESIA

SEJARAH PROKLAMASI INDONESIA.

Sejarah, latar belakang serta tokoh-tokoh yang terlibat dalam proses kemerdekaan RI
Latar Belakang
Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau Dokuritsu Junbi Cosakai, berganti nama menjadi PPKI ( Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritsu Junbi Inkai dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km disebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, pada tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang. Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI. Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus. Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat. Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan 'hadiah' dari Jepang.
Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang. Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong. Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Muda Maeda, di Jalan Medan Merdeka Utara (Rumah Maeda di Jl Imam Bonjol 1). Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan. Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pemuda dari beberapa golongan.Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok.

Peristiwa Rengasdengklok
Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana--yang konon kabarnya terbakar gelora heroismenya setelah berdiskusi dengan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka --yang tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dinihari tanggal 16 Agustus 1945. Bersama Shodanco Singgih, salah seorang anggota PETA, dan pemuda lain, mereka membawa Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta, ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apapun risikonya. Di Jakarta, golongan muda, Wikana, dan golongan tua, yaitu Mr. Ahmad Soebardjo melakukan perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Ir. Soekarno dan Drs.Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Mr. Ahmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu-buru memproklamasikan kemerdekaan. Setelah tiba di Jakarta, mereka pulang ke rumah masing-masing. Mengingat bahwa hotel Des Indes (sekarang kompleks pertokoan di Harmoni) tidak dapat digunakan untuk pertemuan setelah pukul 10 malam, maka tawaran Laksamana Muda Maeda untuk menggunakan rumahnya (sekarang gedung museum perumusan teks proklamasi) sebagai tempat rapat PPKI diterima oleh para tokoh Indonesia.

Pertemuan Soekarno/Hatta dengan Jenderal Mayor Nishimura dan Laksamana Muda Maeda
Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto, Kepala Staf Tentara ke XVI (Angkatan Darat) yang menjadi Kepala pemerintahan militer Jepang (Gunseikan) di Hindia Belanda tidak mau menerima Sukarno-Hatta yang diantar oleh Maeda Tadashi dan memerintahkan agar Mayor Jenderal Otoshi Nishimura, Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militerJepang, untuk menerima kedatangan rombongan tersebut. Nishimura mengemukakan bahwa sejak siang hari tanggal 16 Agustus 1945 telah diterima perintah dari Tokyo bahwa Jepang harus menjaga status quo, tidak dapat memberi ijin untuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam. Soekarno dan Hatta menyesali keputusan itu dan menyindir Nishimura apakah itu sikap seorang perwira yang bersemangat Bushido, ingkar janji agar dikasihani oleh Sekutu. Akhirnya Sukarno-Hatta meminta agar Nishimura jangan menghalangi kerja PPKI, mungkin dengan cara pura-pura tidak tau. Melihat perdebatan yang panas itu Maeda dengan diam-diam meninggalkan ruangan karena diperingatkan oleh Nishimura agar Maeda mematuhi perintah Tokyo dan dia mengetahui sebagai perwira penghubung Angkatan Laut (Kaigun) di daerah Angkatan Darat (Rikugun) dia tidak punya wewenang memutuskan.
Setelah dari rumah Nishimura, Sukarno-Hatta menuju rumah Laksamana Maeda (kini Jalan Imam Bonjol No.1) diiringi oleh Myoshiguna melakukan rapat untuk menyiapkan teks Proklamasi. Setelah menyapa Sukarno-Hatta yang ditinggalkan berdebat dengan Nishimura, Maeda mengundurkan diri menuju kamar tidurnya. Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarni, B.M. Diah, Sudiro (Mbah) dan Sayuti Melik. Myoshiyang setengah mabuk duduk dikursi belakang mendengarkan penyusunan teks tersebut tetapi kemudian ada kalimat dari Shigetada Nishijima seolah-olah dia ikut mencampuri penyusunan teks proklamasi dan menyarankan agar pemindahan kekuasaan itu hanya berarti kekuasaan administratif. Tentang hal ini Bung Karno menegaskan bahwa pemindahan kekuasaan itu berarti. Bung Hatta, Subardjo, B. M Diah, Sukarni, Sudiro dan Sajuti Malik tidak ada yang membenarkan klaim Nishijima tetapi di beberapa kalangan klaim Nishijima masih di dengungkan. Setelah konsep selesai disepakati, Sajuti menyalin dan mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik yang diambil dari kantor perwakilan AL Jerman, milik Mayor(Laut) Dr. Hermann Kandeler. Pada awalnya pembacaan proklamasi akan dilakukan di Lapangan Ikada, namun berhubung alasan keamanan dipindahkan kekediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 (sekarangJl. Proklamasi no. 1).

Detik-detik Pembacaan Naskah Proklamasi
Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis diruang makan di laksamana Tadashi Maeda jln Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti Melik. Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti.
Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh bu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor. Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih ( Sang Saka Merah Putih), yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional. Setelah upacara selesai berlangsung, kurang lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor yang dipimpin S. Brata datang terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke Pegangsaan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, namun ditolak. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45.
Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian. Setelah itu Soekarno dan M. Hatta terpilih atas usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan Wakil Presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.


Isi Teks Proklamasi