Standar Proses UCD untuk Sistem Interaktif

Standar Proses UCD untuk Sistem Interaktif





UCD ( User Centered Design ) merupakan paradigma baru dalam pengembangan sistem berbasis web. Perancangan berbasis pengguna ( User Centered Design / UCD ) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan filosofi perancangan. Konsep dari UCD adalah User sebagai pusat dari proses pengembangan sistem, tujuan, sifat-sifat, dan lingkungan sistem semua didasarkan dari pengalaman pengguna. 


Proses dari User Centered Design ( UCD ) terdapat lima proses yaitu seperti gambar dibawah :




1.      Plan the human-centered design process
Pada tahap ini dilakukan diskusi terhadap orang-orang yang akan mengerjakan proyek, untuk mendapatkan komitmen bahwa proses pembangunan proyek adalah berpusat kepada pengguna atau user. Proyek akan memiliki waktu dan tugas untuk melibatkan pengguna atau user dalam awal dan akhir proses atau di mana mereka dibutuhkan. Dan juga orang-orang yang mengerjakan proyek harus mengetahui betul tentang metode User Centered Design (UCD) ini melalui studi literatur, pelatihan atau seminar. metode ini dilakukan dengan cara membaca dan memahami buku - buku referensi, jurnal, dan media lain yang berkaitan dengan pengolahan data secara  umum yang mendukung dan mempertegas teori - teori yang ada, sehingga dapat menanamkan komitmen bahwa perancangan menggunakan User Centered Design (UCD) dapat memenuhi keinginan pengguna.

2.      Understand and Specifying the Context of Use
Pada tahap ini, Proses UCD Mengidentifikasi orang yang akan menggunakan produk. Ini akan menjelaskan untuk apa dan dalam kondisi seperti apa mereka akan menggunakan produk. Dalam memahami dan menentukan konteks pengguna meliputi :
·         Karakteristik pengguna yang diharapkan
·         Pekerjaan yang dilakukan pengguna
·         Pemecahan secara hirarki atas pekerjaan global
·         Tujuan global penggunaan sistem untuk setiap kategori pengguna, termasuk karakteristik tugas yang mungkin mengganggu penggunaan dalam scenario   khusus, seperti frekuensi dan lama kinerja.
·         Deskripsi harus mencakup alokasi aktifitas dan langkah operasional antara   manusia dan sumber daya teknologi.
·         Pahami lingkungan tempat pengguna akan menggunakan system.
·         Sangat penting awal langkah untuk menentukan kebutuhan sistem minimal dan optimal dengan memperhatikan.

3.      Specify  the user and organizational requirements
Mengidentifikasi kebutuhan pengguna dan kebutuhan organisasi.  pada tahap ini adalah tahap penggalian informasi atau data untuk menggumpulkan kebutuhan dari pengguna, kemudian setelah informasi/data telah terkumpul, dilakukanlah penataan informasi dari data kebutuhan pengguna tersebut, lalu kebutuhan pengguna digambarkan ke dalam berbagai bentuk/teknik, seperti narasi, gambar, atau diagram, dll. Dalam hubungannya dengan konteks pengguna yaitu :
·         Kualitas perancangan interaksi manusia dan komputer serta workstation.
·         Kualitas dan isi tugas pengguna ( termasuk alokasi tugas diantara kategori pengguna yang berbeda ).
·         Kinerja tugas yang efektif khususnya dalam hal transparansi aplikasi ke pengguna.
·         Kerjasama dan komunikasi yang efektif diantara pengguna dan pihak ketiga yang relevan.
·         Dibutuhkan kinerja sistem baru terhadap tujuan finansial.

4.      Produce Design Solutions
Tahap ini merupakan tahap perancangan solusi. Dimana peneliti akan membangun desain sebagai solusi dari sistem yang sedang dianalisis dengan teknik prototyping yang digunakan untuk membuat ide-ide terlihat dan memfasilitasi komunikasi yang efisien dengan pengguna. Ini mencegah kemungkinan kebutuhan dan biaya tinggi yang terkait untuk pengerjaan ulang produk pada langkah berikutnya dari siklus hidup. Ketika solusi desain disajikan kepada pengguna, mereka juga harus diperbolehkan untuk melaksanakan tugas-tugas. Umpan balik pengguna yang dikumpulkan harus dimasukkan dalam perbaikan solusi desain. Ini harus iterasi terus sampai tujuan desain telah dipenuhi

5.      Evaluate design against requirements
Tahap ini merupakan tahap evaluasi terhadap perancangan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perancangan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pengguna dengan teknik kuesioner. Tujuannya adalah untuk menghasilkan umpan balik untuk lebih meningkatkan produk dan untuk menentukan apakah desain memenuhi kebutuhan pengguna yang ditentukan, tujuan kegunaan dan sesuai dengan pedoman kegunaan umum. Siklus proses UCD terus berlangsung selama tujuan kegunaan belum dipenuhi.

MODEL SIKLUS HIDUP SOFTWARE

  1. Waterfall Model
      Menurut Pressman, (Pressman, 2005, page 79), dalam rekayasa perangkat lunak, terdapat suatu pendekatan yang disebut Waterfall model. Nama model ini sebenarnya adalah “Linear Sequential Model”. Model ini sering disebut dengan “classic life cycle” atau model waterfall. Model ini adalah model yang muncul pertama kali yaitu sekitar tahun 1970 sehingga sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai didalam Software Engineering (SE). 
       Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ketahap analisis, desain, coding, testing dan maintenance. Model ini merupakan model yang paling banyak dipakai oleh para pengembang software. Ada lima tahap dalam model waterfall, yaitu: Requirement Analysis, System Design, Implementation, Integration & Testing, Operations & Maintenance. 
        Sesuai dengan namanya waterfall (air terjun) maka tahapan dalam model ini disusun bertingkat, setiap tahap dalam model ini dilakukan berurutan, satu sebelum yang lainnya (lihat tanda anak panah). Selain itu dari satu tahap kita dapat kembali ketahap sebelumnya. Model ini biasanya digunakan untuk membuat sebuah software dalam skala besar dan yang akan dipakai dalam waktu yang lama

Tahap – Tahap Dalam Model Waterfall: 
  1. Requirement Analysis Seluruh kebutuhan software harus bisa didapatkan dalam fase ini, termasuk didalamnya kegunaan software yang diharapkan pengguna dan batasan software. Informasi ini biasanya dapat diperoleh melalui wawancara, survey atau diskusi. Informasi tersebut dianalisis untuk mendapatkan dokumentasi kebutuhan pengguna untuk digunakan pada tahap selanjutnya. 
  2. System Design Tahap ini dilakukan sebelum melakukan coding. Tahap ini bertujuan untuk memberikan gambaran apa yang seharusnya dikerjakan dan bagaimana tampilannya. Tahap ini membantu dalam menspesifikasikan kebutuhan hardware dan sistem serta mendefinisikan arsitektur sistem secara keseluruhan. 
  3. Implementation Dalam tahap ini dilakukan pemrograman. Pembuatan software dipecah menjadi modul-modul kecil yang nantinya akan digabungkan dalam tahap berikutnya. Selain itu dalam tahap ini juga dilakukan pemeriksaaan terhadap modul yang dibuat, apakah sudah memenuhi fungsi yang diinginkan atau belum. 
  4. Integration & Testing Di tahap ini dilakukan penggabungan modul-modul yang sudah dibuat dan dilakukan pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah software yang dibuat telah sesuai dengan desainnya dan masih terdapat kesalahan atau tidak. 
  5. Operation & Maintenance Ini merupakan tahap terakhir dalam model waterfall. Software yang sudah jadi dijalankan serta dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan termasuk dalam memperbaiki kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya. Perbaikan implementasi unit sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru.
Kelebihan Waterfall Model: 
  • Ketika semua kebutuhan sistem dapat didefinisikan secara utuh, eksplisit, dan benar diawal proyek, maka software engineering dapat berjalan dengan baik dan tanpa masalah.
 Kekurangan Waterfall Model: 
  •  Ketika problem muncul, maka proses berhenti, karena tidak dapat menuju ketahapan selanjutnya. Bahkan jika kemungkinan problem tersebut muncul akibat kesalahan dari tahapan sebelumnya, maka proses harus membenahi tahapan sebelumnya agar problem ini tidak muncul. Hal-hal seperti ini yang dapat membuang waktu pengerjaan software engineering. 
  • Karena pendekatannya secara sequential, maka setiap tahap harus menunggu hasil dari tahap sebelumnya. Hal itu tentu membuang waktu yang cukup lama, artinya bagian lain tidak dapat mengerjakan hal lain selain hanya menunggu hasil dari tahap sebelumnya. Oleh karena itu, seringkali model ini berlangsung lama pengerjaannya. 
  •  Pada setiap tahap proses tentunya dipekerjakan sesuai spesialisasinya masing-masing. Oleh karena itu, ketika tahap tersebut sudah tidak dikerjakan, maka sumber dayanya juga tidak terpakai lagi. Oleh karena itu, seringkali pada model proses ini dibutuhkan seseorang yang “multi-skilled”, sehingga minimal dapat membantu pengerjaan untuk tahapan berikutnya
2. Model V 

Model ini merupakan perluasan dari model waterfall. Disebut sebagai perluasan karena tahap-tahapnya   mirip dengan yang terdapat dalam model waterfall. Jika dalam model waterfall proses dijalankan secara linear, maka dalam model V proses dilakukan bercabang. Dalam model V ini digambarkan hubungan antara tahap pengembangan software dengan tahap pengujiannya. Berikut penjelasan masing-masing tahap beserta tahap pengujiannya:
  1. Requirement Analysis & Acceptance Testing Tahap Requirement Analysis sama seperti yang terdapat dalam model waterfall. Keluaran dari tahap ini adalah dokumentasi kebutuhan pengguna. Acceptance Testing merupakan tahap yang akan mengkaji apakah dokumentasi yang dihasilkan tersebut dapat diterima oleh para pengguna atau tidak. 
  2. System Design & System Testing Dalam tahap ini analis sistem mulai merancang sistem dengan mengacu pada dokumentasi kebutuhan pengguna yang sudah dibuat pada tahap sebelumnya. Keluaran dari tahap ini adalah spesifikasi software yang meliputi organisasi sistem secara umum, struktur data, dan yang lain. Selain itu tahap ini juga menghasilkan contoh tampilan window dan juga dokumentasi teknik yang lain seperti Entity Diagram dan Data Dictionary. 
  3. Architecture Design & Integration Testing Sering juga disebut High Level Design. Dasar dari pemilihan arsitektur yang akan digunakan berdasar kepada beberapa hal seperti: pemakaian kembali tiap modul, ketergantungan tabel dalam basis data, hubungan antar interface, detail teknologi yang dipakai. 
  4. Module Design & Unit Testing Sering juga disebut sebagai Low Level Design. Perancangan dipecah menjadi modulmodul yang lebih kecil. Setiap modul tersebut diberi penjelasan yang cukup untuk memudahkan programmer melakukan coding. Tahap ini menghasilkan spesifikasi program seperti: fungsi dan logika tiap modul, pesan kesalahan, proses input-output untuk tiap modul, dan lain-lain. 
  5. Coding Dalam tahap ini dilakukan pemrograman terhadap setiap modul yang sudah dibentuk. V Model memiliki beberapa kelebihan. 
Kelebihan-kelebihan tersebut secara garis besar dapat dijelaskan seperti berikut:
  •  V Model sangat fleksibel. V Model mendukung project tailoring dan penambahan dan pengurangan method dan tool secara dinamik. Akibatnya sangat mudah untuk melakukan tailoring pada V Model agar sesuai dengan suatu proyek tertentu dan sangat mudah untuk menambahkan method dan tool baru atau menghilangkan method dan tool yang dianggap sudah obsolete. 
  • V Model dikembangkan dan di-maintain oleh publik. User dari V Model berpartisipasi dalam change control board yang memproses semua change request terhadap V Model.
 Kekurangan V Model yaitu: 
  • V Model adalah model yang project oriented sehingga hanya bisa digunakan sekali dalam suatu proyek. 
  • V Model terlalu fleksibel dalam arti ada beberapa activity dalam V Model yang digambarkan terlalu abstrak sehingga tidak bisa diketahui dengan jelas apa yang termasuk dalam activity tersebut dan apa yang tidak.
3. Simple Interaction Desain Model


       Pada model rancangan interaksi sederhana ini input atau masukan hanya memiliki satu titik. yang mana masukan tersebut diidentifikasikan apakah sesuai dengan kebutuhan, lalu didesain sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Setelah didesain rancangan tersebut dibangun dan harus interaktif. Setelah itu barulah rancangan tersebut dievaluasi.
       Evaluasi dapat dilakukan dimana saja, rancangan yang telah di evakuasi dapat kambali didesain ulang atau apakah rancangan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan user, maka alur tersebut akan terus berputar hingga pada tahap evaluasi tidak lagi terjadi kesalahan, baik dalam penetapan kebutuhan user maupun pendesainannya, sehingga pada tahap evaluasi terciptalah sebuah hasil akhir yang valid. 

4.Star Lifecycle Model

     Dalam Siklus permodelan ini pengujian dilakukan terus menerus, tidak harus dikahir. Misalnya dimulai dari menentukan konsep desain (conceptual design) dalam proses ini akan langsung terjadi evaluasi untuk langsung ternilai apakah sudah sesuai dengan kebutuhan user, bila belum maka akan terus berulang di evaluasi hingga benar-benar pas, selanjutnya apabila sudah pas, maka dari tahap evaluasi yang pertama akan lanjut ke proses yg selanjutnya yaitu requirements/specification yakni memverifikasikan persyaratan rancangan tersebut, dan pada tahap itu juga langsung terjadi pengevaluasian seperti tahap pertama, dan selanjutnya akan tetap sama terjadi pada tahapan-tahapan selanjutnya yakni task analysis/fungsion analysis, pengimplementasian, prototyping hingga pada akhirnya terciptalah sebuah aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan user.
      Intinya pada rancangan model ini pengevaluasian dilakukan disetiap tahapan tidak hanya pada tahapan akhir seperti model-model rancangan yang lainnya.

CARA MERAWT KOMPUTER

Penyebab Kerusakan Komputer dan Pencegahannya Perawatan laboratorium komputer mencakup perawatan perangkat keras (yaitu komputer beserta periferal pendukungnya) dan perawatan perangkat lunak (program dan data). merawat komputer tidak lepas dari lingkungan yang digunakan atau tempat meletakkan komputer (yaitu tempet, mebeler, pengguna, dan komponen-komponen lainnya). Selain itu merawat dan perbaikan komputer tidak selaludapat berdiri sendiri, tetapi seringkali berhubungaan
 erat dengan perangkat lunak, dan begitu juga sebaliknya. merawat yang dilakukan secara rutin dapat membantu memperpanjang usia pakai komputer dan menghindari kerusakan atau kesalahan (error) dalam pemakaian sehari-hari dan mengurangi biaya perbaikan.  Dalam merawat perlu menghindari kondisi yang dapat menyebabkan kesalahan dan kerusakan yang tidak dikehendaki. Beberapa penyebab yang harus cegah dan pengaruhnya terhadap fungsi kerja komputer antara lain:
1.    Debu Debu merupakan musuk komputer yang paling berat. Komputer PC memungkinkan debu masuk kedalam casing CPU, monitor, keyboard, mouse, dan printer. Debu atau kotoran lain seperti asap, bahan kimia, serat karpet, sisa-sisa makanan dan minuman, serta partikel halus lainnya merupakan benda yang harus dihindarkan dan selalu dibersihkan dari ruang komputer. Debu yang terletak di luar komputer tidak terlalu serius akibatnya, namun debu yang terletak di dalam komputer atau di dalam periferal komputer dapat menyebabkan kerusakan misalnya menyebabkan hubung singkat antar komponen dalam motherboard komputer dan rangkaian dalam perangkat periferal lainnya. Sebagai pencegahan kerusakan akibat debu perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut:
a)      Jangan membawa makanan dan minuman ke dalam ruang komputer atau laboratorium
b)      Jangan merokok di dalam ruang laborarorium
c)       Jangan menggunakan karpet sebagai alas/lantai ruang laboratorium karena selain menyimpan debu karpet juga menghasilkan debu/kotoran berupa potongan serat karpet.
d)      Bersihkan debu-debu yang melekat di meja, kursi, lantai, serta tampat-tempat lain dalam ruangan tempat meletakkan komputer atau laboratorium
e)      Bersihkan juga debu-debu yang melekat pada casing komputer, keyboard, mouse, monitor, dan printer.
f)       Gunakan penyedot debut dalam membersihkan debu, jangan menggunakan kemucing (sulak), sapu, atau kuas karena hanya menghamburkan debu ke lain tempat.
NO
Kegiatan Pembersihan
                           Waktu
1
Lantai dan mebeler
Setiap 1 minggu sekali
2
Bagian luar komputer dan periferal
Setiap 1-2 minggu sekali atau jika diperlukan
3
Bagian luar komputer dan periferal
Setiap 6 bulan sekali



2.       Panas
Setiap peralatan elektronik akan menghasilkan panas. Komponen elektronik di dalam komputer akan menghasilkan terutama pada bagian motherboart (CPU) dan monitor. Jika panas ini tidak diredam (didinginkan) maka akan menyebabkan kerusakan.  Panas yang berlebihan pada prosesor dan memori akan menyebabkan fungsi sistem menjadi terganggu dan mengurangi usia komponen. Pencegahan kerusakan akibat panas adalah:
a)      Hindari sinar matahari langsung.
b)      Berikan ruang sirkulasi udara yang cukup dalam meletakkan komputer dan periferal lainnya.
c)       Buka cover (penutup) komputer, monitor, dan printer saat digunakan
d)      Bila memungkinkan gunakan AC.
3.       Medan Elektromagnet
Medan elektromagnet disebabkan oleh kabel listrik, transformator, magnet speaker, dan sebagainya. Medan elektromagnet akan mengacaukan fungsi komputer, merusak data dalam media penyimpan magnetis (misanya harddisk), dan merusak tampilan pada layar monitor. Sebagai pencegahan pengaruh elektromagnet terhadap fungsi kerja komputer dan periferal adalah:
a)      Jauhkan telepon yang menggunakan bel magnetik
b)      Jauhkan speaker aktif dari komputer, monitor, dan eksternal harddisk
c)       Jangan meletakkan media penyimpan magnetis (disket, eksternal harddisk) di dekat monitor, printer, speaker aktif, serta periferal lain yang menghasilkan elektromagnetik.
d)      Jauhkan trafo penstabil tegangan dari komputer, periferal, dan penyimpan data magnetis.
4.      Elektrostatis Muatan
elektrostatis dapat timbul akibat gesekan dua buah benda, termasuk pada saat kita berjalan di atas karpet, vinil, dan lantai beton. Muatan elektrostatis dapat menghasilkan tegangan elektrostatis, jika tegangan ini sangat besar akan merusak komponen semikonduktor yang ada dalam komputer dan periferal. Karpet menghasilkan muatan elektrostatis paling tinggi (sampai 39.000 volt), sedangkan semen menghasilkan muatan elektrostatis yang paling rendah. Gesekan kertas juga dapat menghasilkan tegangan elektrostatis. Pencegahan yang dapat dilakukan agar tidak terjadi kerusakan akibat tegangan elektrostatis adalah:
a)      Jangan menggunakan karpet untuk lantai dan dinding ruang komputer/laboratorium.
b)      Semua peralatan harus terhubung ke tanah (grounding harus bagus) sehingga setiap stop kontak harus tersedia kabel ground.
c)       Jangan sering menggerakkan kaki saat menggunakan komputer.
d)      Gunakan keset antistatik yang diletakkan di bawah kursi. Cara ini yang paling efektif dan digunakan untuk jangka waktu yang panjang.
5.       Gangguan Daya Listrik Gangguan daya listrik yang paling sering terjadi adalah fluktuasi tegangan listrik, seringnya terjadi pemadaman listrik secara mendadak oleh PLN, serta noise (derau). Fluktuasi tegangan listrik disebabkan oleh peralatan yang cukup besar (di atas 100 Watt) atau peralatan listrik yang berdaya kecil namun memiliki arus awal yang cukup besar, atau komputer dan monitor itu sendiri. Fluktuasi tegangan tejadi saat peralatan dihidupkan. Gangguan berupa derau dapat dihasilkan dari lampu TL yang sedang menyala, transformator, lampu dimmer yang kurang baik kualitasnya, serta peralatan listrik yang mengguakan induksi elektromagnetik lainnya. Fluktuasi yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan kerusakan atau terganggunya fungsi kerja semikonduktor dalam komputer misalnya mengakibatkan komputer atau periferal menjadi macet (hang), atau dapat mengakibatkan media penyimpan rusak (crash). Pencegahan yang dapat dilakukan adalah:
a)      Kontak klistri8k harus selalu baik, stop kontak yang sudah kendor harus diganti.
b)      Gunakan stabilisator tegangan (sering disebut Stavolt) baik secara terpusat atau sendiri-sendiri di setiap komputer.
c)       Gunakan UPS untuk mengantisipasi seringya terjadi pemadaman dari pihak PLN.
d)      Jika memungkinkan sediakan Generator Set (Genset) sebagai penyedia listrik cadangan.

Tips Merawat dan Mengoptimasi Kerja Komputer
Berikut ini dijelaskan cara-cara merawat dan mengatasi gangguan ringan yang tidak memiliki resiko tinggi atau menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Biaya untuk perawatan ini juga tergolong mudah, murah, dan bahkan gratis. Tahapan Tips Merawat Merawat dan Optimasi PC dapat dilakukan sebagai berikut:
1.       Kenali sistem komputer anda, sebab informasi tersebut diperlukan disaat service:

a)      Lakukan Inventaris komputer
b)      Cek peralatan dan aplikasi yang digunakan
c)       Gunakan tools untuk mengumpulkan informasi-informasi tersebut, misalnya Sisoft Sandra, Systems Works, dll.
d)      Buat system boot disk penyelamat disaat emergency, sistem crash, dan terkena virus.

2.       Back up data dengan cara
a)      Penyalinan data secara berkala
b)      Backup system dan aplikasi (system restore), dan
c)       Gunakan tools khusus (Norton ghost, drive images).
3.       Shutdown sesuai procedure: Matikan komputer dengan benar, jika tidak, akan mengakibatkan crash pada hardisk.
4.       Bersihkan motherboard dan periferal lain (hardware) dari debu secara berkala. Untuk membersihkannya dapat kiga gunakan kuas halus ukuran kecil dan sedang. Setidaknya dua bulan sekali hal ini harus dilakukan. Buka casing CPU terlebih dahulu kemudian bersihkan motherboard dan periferal lain (RAM, Video Card, Modem, Sound Card, CDR/CDRW/DVRW, TV Tuner) dengan sikat halus. Pada saat komputer tidak digunakan tutuplah komputer (monitor, CPU, keyboard/mouse) dengan cover sehingga debu tidak mudah masuk ke dalam komputer. Namun jangan lupa melepas cover pada saat komputer digunakan agar sirkulasi udara berjalan dengan lancar sehingga komputer dan perlengkapannya tidak panas.
5.       Periksa Voltase Listrik:
a)      Perhatikan tegangan voltase,
b)      Gunakan Regulator tegangan,
c)       Jika anda memiliki uang lebih, pakailah UPS atau penstabil/pengatur teganan PLN (biasanya dikenal dengan stavolt). Pakailah UPS untuk mengantisipasi listrik mati secara tiba-tiba yang dapat mengakibatkan kerusakan pada harddisk. Kalau terpaksa tidak ada UPS, pakailah Stavolt untuk mengantisipasi naik turunnya tegangan listrik.
6.        Hindari Debu dengan menutupi PC dengan cover khusus, sebab debu dapat mengakibatkan kerusakan. Dan jangan melakukan kegiatan lain didepan PC.
7.       Ventilasi yang cukup untuk meletakkan komputer. Tempatkan monitor maupun CPU sedemikian rupa sehingga ventilasi udara dari dan ke monitor/CPU cukup lancar. Ventilasi yang kurang baik akan menyebabkan panas berlebihan sehingga
komponen/rangkaian elektronik di dalamnya akan menjadi cepat panas sehingga dapatmemperpendek umur komponen komputer tersebut. Oleh karena itu, usahakan jarak antara monitor/CPU dengan dinding/tembok minimal 30 cm. Kalau perlu pasang kipas angin di dalam ruangan. Akan lebih baik lagi jika menggunakan AC.
8.        Jangan meletakkan Speacker Active terlalu dekat dengan monitor. Karena medan magnet yang ada pada speacker tersebut akan mempengaruhi monitor yaitu warna monitor menjadi tidak rata atau belang-belang.
9.       Pasang kabel ground. Apabila casing CPU nyetrum, ambil kabel dengan panjang seperlunya, ujung satu dihubungkan dengan badan CPU (pada casing) sedangkan ujung yang lain ditanam dalam tanah. Hal ini akan dapat menetralkan arus listrik yang “nyasar” sehingga dapat membuat komponen elektronik lebih awet.
10.   . Uninstall atau buang program yang tidak berguna. Ruang harddisk yang terlalu banyak tersita akan memperlambat proses baca/tulis (read/write) harddisk sehingga beban kerja komputer akan lebih berat sehingga harddisk akan cepat rusak. Biasanya akan muncul warning jika ruang (space) hardisk sudah mulai penuh. System operasi windows sudah mendukung terhadap penggunaan ruang harddisk yang sudah mulai penuh.
11.   . Bersihkan Recycle Bin secara rutin. Sebenarnya file/folder yang kita hapus tidak langsung hilang dari harddisk karena akan ditampung dahulu di Recycle Bin, meskipun ada beberapa jenis pengaturan yang bisa kita gunakan antara lain memberikan peringatan saat menghapus, hapus lalu simpan di tempat sementara atau hapus permanen. Pengaturan untuk jenis “hapus lalu disimpan ditempat penampungan” ini bertujuan agar suatu saat apabila Anda masih membutuhkannya dapat mengembalikan lagi. Recycle Bin yang sudah banyak juga akan menyita ruang harddisk yang dapat menyebabkan pembacaan harddisk menjadi lambat. Cara mengosongkan Recycle Bin adalah:

Jalankan Windows Explorer >> klik Recycle Bin >> klik File >> klik Empty Recyle Bin.

Atau Anda dapat menjalankan fungsi Disk Cleanup. Caranya:

 Klik Start >> Program >> Accessories >> System Tool >> Disk Cleanup >> kemudian pilih drive yang akan dibersihkan >> setelah itu beritanda centang pada pilihan/opsi Recycle Bin, dan kalau perlu beri tanda centang juga pada pilihan yang lain (seperti temporary file dan temporary internet file), setelah klik OK.
12.   Tutup/close program yang tidak berguna, karena etiap program yang dijalankan atau di-load akan membutuhkan memory (RAM) sehingga semakin banyak program yg dijalankan semakin banyak memory yang terpakai. Hal ini selain dapat menyebabkan komputer berjalan lambat (lelet) juga beban kerja menjadi lebih berat yang akhirnya dapat memperpendek umur komponen/komputer.
13.   Aktifkan screensaver. Selain bersifat estetis, screensaver mempunyai fungsi lain yang penting. Monitor CRT seperti halnya televisi menggunakan fosfor untuk menampilkan gambar. Kalau monitor menampilkan gambar yang sama untuk beberapa saat yang cukup lama maka ada fosfor yang menyala terus menerus. Hal ini dapat mengakibatkan monitor bermasalah yaitu gambar menjadi redup/kurang jelas. Lain halnya jika monitor adalah jenis LCD atau LED yang sudah dilengkapi dengan energy saving, maka screensaver tidak terlalu dibutuhkan lagi. Cara mengaktifkan screensaver dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya klik Start >> Control Panel >> Display >> klik tab Screensaver, kemudian pilih sesuai dengan selera.
14.   Install program antivirus dan update secara berkala. Jenis virus/trojan2 dapat dikenali menggunakan antivirus yang selalu di-update secara berkala. Virus yang terlanjur menyebar di komputer dapat menyebabkan instalasi ulang perangkat lunak pada komputer. Hal ini selain membutuhkan biaya juga akan menyebabkan harddisk komputer akan lebih cepat rusak dibanding apabila tidak sering diinstall ulang.  Ada baiknya kita menonaktifakan sistem restore yaitu dengan cara klik kanan My Computer >> pilih System Restore >> lalu beri tanda centang pada cek box dengan keretangan Turn off System Restore on all drive.
15.   Update Virus:
a)      Lakukan update database antivirus
b)      Lakukan scanning secara kontinu,
c)       Lakukan scanning file dari tempat lain.
Ada banyak antivirus yang tersedia mulai dari yang mahal sampai dengan gratis.
16.   Update Operation System (OS) Windows: Update setiap minggu Windows Update agar PC anda terbebas dari security hole (Celah keamanan).

17.   Defrag harddisk secara berkala. Fungsi defrag adalah untuk menata dan mengurutkan file-file harddisk berdasarkan jenis file/data sedemikian rupa sehingga akan mempermudah proses read/write. Dengan demikian, beban kerja akan lebih ringan yang akhirnya dapat memperpanjang umur harddisk. Cara melakukan defrag adalah: Klik menu Start > Program > Accesories > System Tool > Disk Defragmenter. Saat menjalankan fungsi ini tidak boleh ada program lain yang berjalan termasuk screensaver karena akan mengacaukan fungsi defrag ini. Proses defrag ini dianjurkan tidak terlalu sering dilakukan. Mengapa? Defrag adalah proses pengaturan file pada hardisk. Untuk mengaturnya agar berada pada posisi track yang berdekatan maka dilakukan gesekan untuk memindahkan. Defrag yang terlalu sering akan menyebabkan kondisi piringan hardisk cepat rusak karena seringanya proses pengikisan.

18.   Jika sering instal-unistal, Selalu Bersihkan system registry.






19.   Optimalisasi PC Windows Bisa jadi, lambatnya kondisi sistem Windows disebabkan oleh banyaknya aplikasi yang terinstall sehingga kinerja PC semakin berkurang. Untuk mengoptimalkan PC Windows anda, lakukan hal-hal berikut:
a)                        Setting Konfigurasi BIOS:
                                                                   I.  Setting urutan boot dengan benar,
                                                                 II.  Disabled ‘Quick Power On Self-Test”,
                                                               III.   Disabled ‘Boot Virus Detection”.
b)    Start UP:
                                                                   I. Singkirkan setting yang tidak berguna,
                                                                 II. Bersihkan aplikasi dari startup,
                                                               III. Matikan grafik ‘awan’ (logo) pada Msdos.sys, Msconfig.exe (windows 9x), Boot.ini (Windoxs XP),HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Dfrg\ BootOptimize = Enable. d) Matikan suara startup. Rampingkan Registry dengan cara: a) Peras Registry Windows: Scanreg /opt, Scanreg /fix, Scanreg /restore. Atur Swap Memory dengan menggunakan Swap virtual memory dan mengoptimalkan memory pada saat kekurangan.
c)                        Nonaktifkan Services:
                                                               I.     Mematikan beberapa layanan untuk mempercepat akses sistem,
                                                             II.     Menutup lubang keamanan: Ex = com+, IPSec, RPC, Even log, dll.
d)      Lakukan benchmarking untuk mengukur kemampuan PC anda:
                                                                 I.   Lakukan tes kehandalan performa,
                                                               II.   TWEAK XP, Gunakan tools benchmarking yang ada, misalnya: Sisoft sandra, Dr. Hardware, PC Analyser, 3DMark 2002, Quake 3 Arena, HDTach, DataAdvisor, dll. Dengan merawat & mengoptimalkan PC, anda dapat melakukan tugas-tugas dan mengerjakan semua keinginan melalui PC anda secara maksimal dan cepat.
Peralatan dan bahan yang digunakan
1.       Kuas
 Kuas merupakan peralatan yang digunakan untuk membersihkan debu atau kotoran yang tertinggal dalam periferal. Keyboard merupakan periferal yang sering terkena debu dan kotoran yang terselip diantara tombol tombol keyboard. Selain itu kuas juga digunakan untuk membersihkan debu-debu yang menutup pada fentilasi pada monitor serta dapat juga digunakan untuk membersihkan bola mouse yang sudah mulai lambat untuk mouse- mouse lama.
2.       Penyedot debu mini Penyedot debu mini hampir sama dengan kuas yang digunakan untuk menghilangkan debu. Namun penyedot debu lebih mudah dan lebih bersih. Pada ujung penyedot debu mini dilengkapi dengan sikat dengan ukuran yang beragam, dimaksudkan untuk disesuaikan luas sempitnya sudut-sudut pada periferal. Alat ini sangat tepat digunakan
untuk membersihkan keyboard, fentilasi udara pada monitor dan pada fan atau kipas, bahkan sangat baik digunakan untuk membersihkan rangkaian mainboard.

3.       Cairan dan Kain Pembersih Kain kering atau tisu digunakan untuk membersihkan kotoran cair yang mungkin akibat softdrink, tinta atau air hujan yang masih segar atau belum mengering. Tisu atau kain kering Kotoran cair sangat berbahaya jika tidak segera dibersihkan karena jenis kotoran ini dapat menghantarkan arus sehingga dapat mengakibatkan hubungan pendek atau kerusakan pada periferal. Tisu juga dapat digunakan untuk memperlancar aliran tinta pada cartridge printer injek, karena sifatnya yang mudah menyerap cairan. Sedangkan cairan pembersih digunakan untuk membersihkan noda atau kotoran yang sudah mengering seperti percikan dari tinta printer. Digunakan pada layar monitor, casing, body monitor, dan body printer.
4.       Electronic Toolkit dan Network Toolkit
Toolkit adalah peralatan lengkap seperti obeng, tang, gunting, lem, AVO meter, dan lain- lain. Electronic Toolkit  diperlukan untuj perawatan dan perbaikan perangkat elektrionik
termasuk komputer, monitor, printer, mouse, dan periferal lainnya. Sedangkan Network Toolkit diperlukan dalam perawatan dan perbaikan jaringan komputer.