Penyebab Kerusakan Komputer dan
Pencegahannya Perawatan laboratorium komputer mencakup perawatan perangkat
keras (yaitu komputer beserta periferal pendukungnya) dan perawatan perangkat
lunak (program dan data). merawat komputer tidak lepas dari lingkungan yang
digunakan atau tempat meletakkan komputer (yaitu tempet, mebeler, pengguna, dan
komponen-komponen lainnya). Selain itu merawat dan perbaikan komputer tidak
selaludapat berdiri sendiri, tetapi seringkali berhubungaan
erat dengan perangkat lunak, dan begitu juga
sebaliknya. merawat yang dilakukan secara rutin dapat membantu memperpanjang
usia pakai komputer dan menghindari kerusakan atau kesalahan (error) dalam
pemakaian sehari-hari dan mengurangi biaya perbaikan. Dalam merawat perlu menghindari kondisi yang
dapat menyebabkan kesalahan dan kerusakan yang tidak dikehendaki. Beberapa
penyebab yang harus cegah dan pengaruhnya terhadap fungsi kerja komputer antara
lain:
1.
Debu Debu merupakan musuk komputer yang paling
berat. Komputer PC memungkinkan debu masuk kedalam casing CPU, monitor,
keyboard, mouse, dan printer. Debu atau kotoran lain seperti asap, bahan kimia,
serat karpet, sisa-sisa makanan dan minuman, serta partikel halus lainnya
merupakan benda yang harus dihindarkan dan selalu dibersihkan dari ruang
komputer. Debu yang terletak di luar komputer tidak terlalu serius akibatnya,
namun debu yang terletak di dalam komputer atau di dalam periferal komputer
dapat menyebabkan kerusakan misalnya menyebabkan hubung singkat antar komponen
dalam motherboard komputer dan rangkaian dalam perangkat periferal lainnya.
Sebagai pencegahan kerusakan akibat debu perlu dilakukan hal-hal sebagai
berikut:
a)
Jangan membawa makanan dan minuman ke dalam
ruang komputer atau laboratorium
b)
Jangan merokok di dalam ruang laborarorium
c)
Jangan menggunakan karpet sebagai alas/lantai
ruang laboratorium karena selain menyimpan debu karpet juga menghasilkan
debu/kotoran berupa potongan serat karpet.
d)
Bersihkan debu-debu yang melekat di meja, kursi,
lantai, serta tampat-tempat lain dalam ruangan tempat meletakkan komputer atau
laboratorium
e)
Bersihkan juga debu-debu yang melekat pada
casing komputer, keyboard, mouse, monitor, dan printer.
f)
Gunakan penyedot debut dalam membersihkan debu,
jangan menggunakan kemucing (sulak), sapu, atau kuas karena hanya menghamburkan
debu ke lain tempat.
|
NO
|
Kegiatan
Pembersihan
|
Waktu
|
|
1
|
Lantai
dan mebeler
|
Setiap
1 minggu sekali
|
|
2
|
Bagian
luar komputer dan periferal
|
Setiap
1-2 minggu sekali atau jika diperlukan
|
|
3
|
Bagian
luar komputer dan periferal
|
Setiap
6 bulan sekali
|
2.
Panas
Setiap peralatan elektronik akan
menghasilkan panas. Komponen elektronik di dalam komputer akan menghasilkan
terutama pada bagian motherboart (CPU) dan monitor. Jika panas ini tidak
diredam (didinginkan) maka akan menyebabkan kerusakan. Panas yang berlebihan pada prosesor dan
memori akan menyebabkan fungsi sistem menjadi terganggu dan mengurangi usia
komponen. Pencegahan kerusakan akibat panas adalah:
a)
Hindari sinar matahari langsung.
b)
Berikan ruang sirkulasi udara yang cukup dalam
meletakkan komputer dan periferal lainnya.
c)
Buka cover (penutup) komputer, monitor, dan
printer saat digunakan
d)
Bila memungkinkan gunakan AC.
3.
Medan Elektromagnet
Medan elektromagnet disebabkan oleh kabel listrik, transformator, magnet
speaker, dan sebagainya. Medan elektromagnet akan mengacaukan fungsi komputer,
merusak data dalam media penyimpan magnetis (misanya harddisk), dan merusak
tampilan pada layar monitor. Sebagai pencegahan pengaruh elektromagnet terhadap
fungsi kerja komputer dan periferal adalah:
a)
Jauhkan telepon yang menggunakan bel magnetik
b)
Jauhkan speaker aktif dari komputer, monitor,
dan eksternal harddisk
c)
Jangan meletakkan media penyimpan magnetis
(disket, eksternal harddisk) di dekat monitor, printer, speaker aktif, serta
periferal lain yang menghasilkan elektromagnetik.
d)
Jauhkan trafo penstabil tegangan dari komputer,
periferal, dan penyimpan data magnetis.
4.
Elektrostatis Muatan
elektrostatis dapat timbul akibat gesekan dua buah benda, termasuk pada
saat kita berjalan di atas karpet, vinil, dan lantai beton. Muatan elektrostatis
dapat menghasilkan tegangan elektrostatis, jika tegangan ini sangat besar akan
merusak komponen semikonduktor yang ada dalam komputer dan periferal. Karpet
menghasilkan muatan elektrostatis paling tinggi (sampai 39.000 volt), sedangkan
semen menghasilkan muatan elektrostatis yang paling rendah. Gesekan kertas juga
dapat menghasilkan tegangan elektrostatis. Pencegahan yang dapat dilakukan agar
tidak terjadi kerusakan akibat tegangan elektrostatis adalah:
a)
Jangan menggunakan karpet untuk lantai dan
dinding ruang komputer/laboratorium.
b)
Semua peralatan harus terhubung ke tanah
(grounding harus bagus) sehingga setiap stop kontak harus tersedia kabel
ground.
c)
Jangan sering menggerakkan kaki saat menggunakan
komputer.
d)
Gunakan keset antistatik yang diletakkan di
bawah kursi. Cara ini yang paling efektif dan digunakan untuk jangka waktu yang
panjang.
5.
Gangguan Daya Listrik Gangguan daya listrik yang
paling sering terjadi adalah fluktuasi tegangan listrik, seringnya terjadi
pemadaman listrik secara mendadak oleh PLN, serta noise (derau). Fluktuasi
tegangan listrik disebabkan oleh peralatan yang cukup besar (di atas 100 Watt)
atau peralatan listrik yang berdaya kecil namun memiliki arus awal yang cukup
besar, atau komputer dan monitor itu sendiri. Fluktuasi tegangan tejadi saat
peralatan dihidupkan. Gangguan berupa derau dapat dihasilkan dari lampu TL yang
sedang menyala, transformator, lampu dimmer yang kurang baik kualitasnya, serta
peralatan listrik yang mengguakan induksi elektromagnetik lainnya. Fluktuasi
yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan kerusakan atau terganggunya fungsi
kerja semikonduktor dalam komputer misalnya mengakibatkan komputer atau
periferal menjadi macet (hang), atau dapat mengakibatkan media penyimpan rusak
(crash). Pencegahan yang dapat dilakukan adalah:
a)
Kontak klistri8k harus selalu baik, stop kontak
yang sudah kendor harus diganti.
b)
Gunakan stabilisator tegangan (sering disebut
Stavolt) baik secara terpusat atau sendiri-sendiri di setiap komputer.
c)
Gunakan UPS untuk mengantisipasi seringya
terjadi pemadaman dari pihak PLN.
d)
Jika memungkinkan sediakan Generator Set
(Genset) sebagai penyedia listrik cadangan.
Tips Merawat dan Mengoptimasi Kerja Komputer
Berikut ini dijelaskan cara-cara
merawat dan mengatasi gangguan ringan yang tidak memiliki resiko tinggi atau
menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Biaya untuk perawatan ini juga
tergolong mudah, murah, dan bahkan gratis. Tahapan Tips Merawat Merawat dan
Optimasi PC dapat dilakukan sebagai berikut:
1.
Kenali sistem komputer anda, sebab informasi
tersebut diperlukan disaat service:
a)
Lakukan Inventaris komputer
b)
Cek peralatan dan aplikasi yang digunakan
c)
Gunakan tools untuk mengumpulkan
informasi-informasi tersebut, misalnya Sisoft Sandra, Systems Works, dll.
d)
Buat system boot disk penyelamat disaat
emergency, sistem crash, dan terkena virus.
2.
Back up data dengan cara
a)
Penyalinan data secara berkala
b)
Backup system dan aplikasi (system restore), dan
c)
Gunakan tools khusus (Norton ghost, drive
images).
3.
Shutdown sesuai procedure: Matikan komputer
dengan benar, jika tidak, akan mengakibatkan crash pada hardisk.
4.
Bersihkan motherboard dan periferal lain
(hardware) dari debu secara berkala. Untuk membersihkannya dapat kiga gunakan
kuas halus ukuran kecil dan sedang. Setidaknya dua bulan sekali hal ini harus
dilakukan. Buka casing CPU terlebih dahulu kemudian bersihkan motherboard dan
periferal lain (RAM, Video Card, Modem, Sound Card, CDR/CDRW/DVRW, TV Tuner)
dengan sikat halus. Pada saat komputer tidak digunakan tutuplah komputer
(monitor, CPU, keyboard/mouse) dengan cover sehingga debu tidak mudah masuk ke
dalam komputer. Namun jangan lupa melepas cover pada saat komputer digunakan
agar sirkulasi udara berjalan dengan lancar sehingga komputer dan
perlengkapannya tidak panas.
5.
Periksa Voltase Listrik:
a)
Perhatikan tegangan voltase,
b)
Gunakan Regulator tegangan,
c)
Jika anda memiliki uang lebih, pakailah UPS atau
penstabil/pengatur teganan PLN (biasanya dikenal dengan stavolt). Pakailah UPS
untuk mengantisipasi listrik mati secara tiba-tiba yang dapat mengakibatkan
kerusakan pada harddisk. Kalau terpaksa tidak ada UPS, pakailah Stavolt untuk
mengantisipasi naik turunnya tegangan listrik.
6.
Hindari
Debu dengan menutupi PC dengan cover khusus, sebab debu dapat mengakibatkan
kerusakan. Dan jangan melakukan kegiatan lain didepan PC.
7.
Ventilasi yang cukup untuk meletakkan komputer.
Tempatkan monitor maupun CPU sedemikian rupa sehingga ventilasi udara dari dan
ke monitor/CPU cukup lancar. Ventilasi yang kurang baik akan menyebabkan panas
berlebihan sehingga
komponen/rangkaian elektronik di dalamnya akan menjadi cepat panas
sehingga dapatmemperpendek umur komponen komputer tersebut. Oleh karena itu,
usahakan jarak antara monitor/CPU dengan dinding/tembok minimal 30 cm. Kalau
perlu pasang kipas angin di dalam ruangan. Akan lebih baik lagi jika
menggunakan AC.
8.
Jangan
meletakkan Speacker Active terlalu dekat dengan monitor. Karena medan magnet
yang ada pada speacker tersebut akan mempengaruhi monitor yaitu warna monitor
menjadi tidak rata atau belang-belang.
9.
Pasang kabel ground. Apabila casing CPU nyetrum,
ambil kabel dengan panjang seperlunya, ujung satu dihubungkan dengan badan CPU
(pada casing) sedangkan ujung yang lain ditanam dalam tanah. Hal ini akan dapat
menetralkan arus listrik yang “nyasar” sehingga dapat membuat komponen
elektronik lebih awet.
10.
. Uninstall atau buang program yang tidak
berguna. Ruang harddisk yang terlalu banyak tersita akan memperlambat proses
baca/tulis (read/write) harddisk sehingga beban kerja komputer akan lebih berat
sehingga harddisk akan cepat rusak. Biasanya akan muncul warning jika ruang
(space) hardisk sudah mulai penuh. System operasi windows sudah mendukung
terhadap penggunaan ruang harddisk yang sudah mulai penuh.
11.
. Bersihkan Recycle Bin secara rutin. Sebenarnya
file/folder yang kita hapus tidak langsung hilang dari harddisk karena akan
ditampung dahulu di Recycle Bin, meskipun ada beberapa jenis pengaturan yang
bisa kita gunakan antara lain memberikan peringatan saat menghapus, hapus lalu
simpan di tempat sementara atau hapus permanen. Pengaturan untuk jenis “hapus
lalu disimpan ditempat penampungan” ini bertujuan agar suatu saat apabila Anda
masih membutuhkannya dapat mengembalikan lagi. Recycle Bin yang sudah banyak
juga akan menyita ruang harddisk yang dapat menyebabkan pembacaan harddisk
menjadi lambat. Cara mengosongkan Recycle Bin adalah:
Jalankan Windows Explorer >> klik Recycle Bin >> klik File
>> klik Empty Recyle Bin.
Atau Anda dapat menjalankan fungsi Disk Cleanup. Caranya:
Klik Start >> Program
>> Accessories >> System Tool >> Disk Cleanup >>
kemudian pilih drive yang akan dibersihkan >> setelah itu beritanda
centang pada pilihan/opsi Recycle Bin, dan kalau perlu beri tanda centang juga
pada pilihan yang lain (seperti temporary file dan temporary internet file), setelah
klik OK.
12.
Tutup/close program yang tidak berguna, karena
etiap program yang dijalankan atau di-load akan membutuhkan memory (RAM)
sehingga semakin banyak program yg dijalankan semakin banyak memory yang
terpakai. Hal ini selain dapat menyebabkan komputer berjalan lambat (lelet)
juga beban kerja menjadi lebih berat yang akhirnya dapat memperpendek umur
komponen/komputer.
13.
Aktifkan screensaver. Selain bersifat estetis,
screensaver mempunyai fungsi lain yang penting. Monitor CRT seperti halnya
televisi menggunakan fosfor untuk menampilkan gambar. Kalau monitor menampilkan
gambar yang sama untuk beberapa saat yang cukup lama maka ada fosfor yang
menyala terus menerus. Hal ini dapat mengakibatkan monitor bermasalah yaitu
gambar menjadi redup/kurang jelas. Lain halnya jika monitor adalah jenis LCD
atau LED yang sudah dilengkapi dengan energy saving, maka screensaver tidak
terlalu dibutuhkan lagi. Cara mengaktifkan screensaver dapat dilakukan dengan
banyak cara, salah satunya klik Start >> Control Panel >> Display
>> klik tab Screensaver, kemudian pilih sesuai dengan selera.
14.
Install program antivirus dan update secara
berkala. Jenis virus/trojan2 dapat dikenali menggunakan antivirus yang selalu
di-update secara berkala. Virus yang terlanjur menyebar di komputer dapat
menyebabkan instalasi ulang perangkat lunak pada komputer. Hal ini selain
membutuhkan biaya juga akan menyebabkan harddisk komputer akan lebih cepat
rusak dibanding apabila tidak sering diinstall ulang. Ada baiknya kita menonaktifakan sistem restore
yaitu dengan cara klik kanan My Computer >> pilih System Restore >>
lalu beri tanda centang pada cek box dengan keretangan Turn off System Restore
on all drive.
15.
Update Virus:
a)
Lakukan update database antivirus
b)
Lakukan scanning secara kontinu,
c)
Lakukan scanning file dari tempat lain.
Ada banyak antivirus yang tersedia
mulai dari yang mahal sampai dengan gratis.
16.
Update Operation System (OS) Windows: Update
setiap minggu Windows Update agar PC anda terbebas dari security hole (Celah
keamanan).
17.
Defrag harddisk secara berkala. Fungsi defrag
adalah untuk menata dan mengurutkan file-file harddisk berdasarkan jenis
file/data sedemikian rupa sehingga akan mempermudah proses read/write. Dengan
demikian, beban kerja akan lebih ringan yang akhirnya dapat memperpanjang umur
harddisk. Cara melakukan defrag adalah: Klik menu Start > Program >
Accesories > System Tool > Disk Defragmenter. Saat menjalankan fungsi ini
tidak boleh ada program lain yang berjalan termasuk screensaver karena akan
mengacaukan fungsi defrag ini. Proses defrag ini dianjurkan tidak terlalu
sering dilakukan. Mengapa? Defrag adalah proses pengaturan file pada hardisk.
Untuk mengaturnya agar berada pada posisi track yang berdekatan maka dilakukan
gesekan untuk memindahkan. Defrag yang terlalu sering akan menyebabkan kondisi
piringan hardisk cepat rusak karena seringanya proses pengikisan.
18.
Jika sering instal-unistal, Selalu Bersihkan
system registry.
19.
Optimalisasi PC Windows Bisa jadi, lambatnya
kondisi sistem Windows disebabkan oleh banyaknya aplikasi yang terinstall
sehingga kinerja PC semakin berkurang. Untuk mengoptimalkan PC Windows anda,
lakukan hal-hal berikut:
a)
Setting Konfigurasi BIOS:
I. Setting
urutan boot dengan benar,
II. Disabled
‘Quick Power On Self-Test”,
III. Disabled ‘Boot Virus Detection”.
b)
Start UP:
I. Singkirkan
setting yang tidak berguna,
II. Bersihkan
aplikasi dari startup,
III. Matikan
grafik ‘awan’ (logo) pada Msdos.sys, Msconfig.exe (windows 9x), Boot.ini
(Windoxs XP),HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Dfrg\ BootOptimize = Enable.
d) Matikan suara startup. Rampingkan Registry dengan cara: a) Peras Registry
Windows: Scanreg /opt, Scanreg /fix, Scanreg /restore. Atur Swap Memory dengan
menggunakan Swap virtual memory dan mengoptimalkan memory pada saat kekurangan.
c)
Nonaktifkan Services:
I. Mematikan
beberapa layanan untuk mempercepat akses sistem,
II. Menutup
lubang keamanan: Ex = com+, IPSec, RPC, Even log, dll.
d)
Lakukan benchmarking untuk mengukur kemampuan PC
anda:
I. Lakukan
tes kehandalan performa,
II. TWEAK
XP, Gunakan tools benchmarking yang ada, misalnya: Sisoft sandra, Dr. Hardware,
PC Analyser, 3DMark 2002, Quake 3 Arena, HDTach, DataAdvisor, dll. Dengan
merawat & mengoptimalkan PC, anda dapat melakukan tugas-tugas dan
mengerjakan semua keinginan melalui PC anda secara maksimal dan cepat.
Peralatan dan bahan
yang digunakan
1.
Kuas
Kuas merupakan peralatan yang
digunakan untuk membersihkan debu atau kotoran yang tertinggal dalam periferal.
Keyboard merupakan periferal yang sering terkena debu dan kotoran yang terselip
diantara tombol tombol keyboard. Selain itu kuas juga digunakan untuk
membersihkan debu-debu yang menutup pada fentilasi pada monitor serta dapat
juga digunakan untuk membersihkan bola mouse yang sudah mulai lambat untuk
mouse- mouse lama.
2.
Penyedot debu mini Penyedot debu mini hampir
sama dengan kuas yang digunakan untuk menghilangkan debu. Namun penyedot debu
lebih mudah dan lebih bersih. Pada ujung penyedot debu mini dilengkapi dengan
sikat dengan ukuran yang beragam, dimaksudkan untuk disesuaikan luas sempitnya
sudut-sudut pada periferal. Alat ini sangat tepat digunakan
untuk membersihkan keyboard, fentilasi udara pada monitor dan pada fan
atau kipas, bahkan sangat baik digunakan untuk membersihkan rangkaian
mainboard.
3.
Cairan dan Kain Pembersih Kain kering atau tisu
digunakan untuk membersihkan kotoran cair yang mungkin akibat softdrink, tinta
atau air hujan yang masih segar atau belum mengering. Tisu atau kain kering
Kotoran cair sangat berbahaya jika tidak segera dibersihkan karena jenis
kotoran ini dapat menghantarkan arus sehingga dapat mengakibatkan hubungan pendek
atau kerusakan pada periferal. Tisu juga dapat digunakan untuk memperlancar
aliran tinta pada cartridge printer injek, karena sifatnya yang mudah menyerap
cairan. Sedangkan cairan pembersih digunakan untuk membersihkan noda atau
kotoran yang sudah mengering seperti percikan dari tinta printer. Digunakan
pada layar monitor, casing, body monitor, dan body printer.
4.
Electronic Toolkit dan Network Toolkit
Toolkit adalah peralatan lengkap seperti obeng, tang, gunting, lem, AVO
meter, dan lain- lain. Electronic Toolkit
diperlukan untuj perawatan dan perbaikan perangkat elektrionik
termasuk
komputer, monitor, printer, mouse, dan periferal lainnya. Sedangkan Network
Toolkit diperlukan dalam perawatan dan perbaikan jaringan komputer.